Pulau Tunda memiliki potensi wisata bahari dan ekosistem laut yang kaya, khususnya terumbu karang. Namun, kondisi komunitas karangnya mengalami degradasi akibat aktivitas perahu, penyadaran lingkungan yang minim, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, serta penumpukan sampah. Untuk menanggulangi kerusakan ekosistem pesisir tersebut, dilaksanakan program rehabilitasi terumbu karang menggunakan struktur buatan berupa media fishdom.
Program Penanaman 100 Fishdom ini difasilitasi oleh Telkom Sustainability dan dilaksanakan oleh tim Peduli Konservasi. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, survey, koordinasi perizinan dengan perangkat desa dan Pokdarwis Jala Tunda, pembuatan 100 unit fishdom, penenggelaman media di dasar laut, hingga pemantauan/monitoring berkala. Setiap struktur fishdom ditanami fragmen karang jenis Acropora sp. dan Porites sp..
Kegiatan ini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan nelayan, perajin, pedagang, hingga penyedia jasa transportasi dan homestay lokal. Selain tindakan fisik konservasi, program ini memberikan edukasi ekosistem laut kepada siswa/i SD-SMP Satu Atap serta mengembangkan inovasi wisata bahari berbasis konservasi melalui sistem sumbang tanam bagi wisatawan.
Hasil monitoring awal selama 6 bulan pertama menunjukkan pertumbuhan karang transplantasi mencapai 80%. Dalam jangka panjang (1–3 tahun ke depan), program ini ditargetkan meningkatkan populasi ikan hingga 30%, menaikkan pendapatan ekonomi masyarakat setidaknya 40%, serta membangun kesadaran perikanan berkelanjutan di Pulau Tunda.