Masyarakat nelayan di Kampung Huntap menghadapi tantangan utama berupa kurangnya diversifikasi produk hasil perikanan. Ketergantungan pada penjualan ikan segar dengan nilai ekonomi yang rendah serta minimnya pengetahuan tentang teknologi pengawetan dan pengemasan menyebabkan hasil perikanan mudah rusak dan memiliki daya simpan yang pendek, sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan keluarga nelayan.
Sebagai langkah strategis, program bimbingan teknis pemberdayaan ibu-ibu istri nelayan diselenggarakan untuk memberikan edukasi mengenai pengolahan hasil perikanan, teknik pengawetan yang higienis dan ramah lingkungan, serta teknik pengemasan yang sesuai dengan standar keamanan pangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga agar dapat mengembangkan produk olahan perikanan yang bernilai tambah, enak, bergizi, serta memiliki daya saing di pasar hingga ke luar daerah.
Pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan mulai dari survei lokasi, sosialisasi, implementasi pelatihan praktis, hingga pemantauan dan asesmen potensi keberlanjutan program. Pada hari pertama, pelatihan berfokus pada pengolahan produk mentah serta praktik pembuatan Abon Ikan dan Dendeng Ikan dalam kemasan. Hari kedua dilanjutkan dengan praktik pembuatan Sambal Cumi, Teri Balado Kering, dan panduan pengemasan produk yang kreatif agar menarik serta bernilai jual tinggi.
Program ini berhasil menghasilkan beragam produk olahan siap makan seperti Sambal Cumi, Sambal Teri, Ikan Teri Kacang Balado, Rempeyek Rebon, dan Sumpia Abon Ikan. Kegiatan yang dikelola oleh Yayasan Raksa Jiva Samasta dan disponsori oleh Telkom Indonesia ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan di Desa Sumberjaya.